Rabu, 11 April 2012

BTSB - Perfect Enemy, Rec Process (ENG)

On this post our try to share shortly about the process of making song from my metal band its called Before the Story Begin or usually we called BTSB, in our first single Perfect Enemy we've lost our drummer because he had many things to do outside of BTSB project. There for we design to draw midi drum using plugin from Addictive Drum Metal Series with relyon Drumagog5 plugin of replacing so we are helped analog taouching for drum snare, for sample sound of snare drum it self was taken from Rockstar Studio using Tama Starclassic Series with added by membran from evans (i forget the series) and using dumper i made from lakban. for the capturing sound i using Heil PR20 microphone at up snare or top snare and Shure SM57 at bottom snare, sample was taken using DAW Pro Tools 8 HD and also Replacing Drawing using DAW Nuendo4.

After drum process done, we try to the next step is recording bass session at Rockstar Studio, on this bass record Bassist from BTSB (Doyok) Using Ibanez 5String with supported pickup and than route to Boss EQ with mode setting as he want. Here we want to get a high sound and little sharp but with a low packing rock, while to get her warm tube character, i used SPL Gold Mike Mark2 preamp made by Germany, and amp head transistor of GK. At this time bass recording i only use one input, because it has a raw sound is desired. Then technically the session recording bass in the intro to the last chorus, bassist chose a pick with size 1.5 mm to get high is firm and the ending song session bassist chosen to use 0.5 mm pick to get a low which is more loose. process itself is less than 1 hour. after i finished recording bass i make bass track into 2 tracks with the aim of 1track original raw sound, and the other a slightly distorted of guitar rig effects of RTAS, to compose his or he taste.

We continue with the recording session guitar who has been our plan to create a guitar track list for faster and certainly didn't take long for the process, recording process itself we do in Pengerat Studio. the tools we use have an Ibanez RG Custom Guitar1 (Ilham) that uses strings from Ernie Ball sized 012, Fender Telecaster Custom Guitar2 (Deni) that uses strings from Ernie Ball sized 011, M80 Fender Amp Head, Marshall 4x12 Cabinet, Electrovoice RE20 Mic, Shure SM57 Mic, and Heil PR20 Mic. Pengerat Studio itself uses as PRESONUS interface with the character PRESONUS wet, unlike Rockstar Studio using Lynx Aurora 16 and HD Card from Avid Pro Tools with an assertive character and soft mid. All the guitar input on the hold-up man using a microphone that has been mentioned, and the total amount of there 36Track guitar track that was recorded using a DAW Nuendo 4.3. Engineer myself (I am) trying to maximize the sound character of Windows 7 as an OS that is used Pengerat Studio with a glossy transparent character and the character Nuendo rough and Fender amp head with the character of the transistor M80 is more open bright and fast attack. Different recording sessions snare drum and bass samples in Rockstar Studio that uses OSX 10.5 Snow Leopard is characterized by a strong lowmid DAW Pro Tools and more mid character. Almost forgot to mention a preamp that is used for recording guitar, there are : Repert Neve 5016, SPL Gold Mike Mark2, Universal Audio 2-610 preamp is the third one does not doubt the ability and legend in the audio world. Recording guitar takes approximately 4 hours.









 Followed several days later vocal take on Rockstar Studio, based on the desire to have a dynamic vocal sound I chose Senheiser MD421 mic Shure SM57 and who have the ability SPL (Sound Pressure Level) high which means it will stand the scream metal vocal range that maintains the tone, i chose to start his Chandler Limited TG2 as preamp to get a rough character on vocals, but it was rough but the results are less thick at mid-low frequency, so i replaced the preamp API3124 that tastes as expected, the process itself takes 2 hours, using a clean-up take vocal mic with a Neumann U87 SPL Gold Mike Mark II preamp (do not forget the heated first, because the preamp tube) which makes the vocal sound Gevin with thin characters feel warmer, more warm! yeah.. much for sharing you guys first, next shared follow my twitter : @denisaputra28

Senin, 26 Maret 2012

Before the Story Begin - Perfect Enemy (Recording Proses)









Pada postingan kali ini saya akan sharing singkat tentang proses penggarapan lagu dari band metal saya  yaitu Before the Story Begin atau biasa kami singkat dengan BTSB, pada single pertama ini (Perfect Enemy) Kami kehilangan drumer dikarenakan kesibukannya yang meningkat pada project-project di luar BTSB karena itu kami memutuskan untuk menggambar drum midi menggunakan plugin dari Addictive Drum Metal Series, dengan mengandalkan Drumagog5 sebagai plugin pembantu replacing sehingga kami terbantu untuk memberikan sentuhan analog pada snare drum. untuk sample sound snare drum sendiri di ambil di Rockstar Studio menggunakan Tama Superstar Series dengan dilapisi oleh membran dari Evans serta menggunakan dumper yang saya buat dari lakhban, pada capturing sound menggunakan microphone Heil PR20 pada up snare atau top snare dan Shure SM57 pada bottom snare, penggambilan sample menggunakan DAW Pro Tools 8 HD, dan replacing serta drawing menggunakan DAW Nuendo 4.

 Setelah proses pengerjaan drum selesai, kami melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu recording bass session di Rockstar Studio. Recording bass kali ini bassis dari BTSB (Doyok) menggunakan Ibanez 5 String dengan pickup bawaan yang kemudian di routing menuju Boss Equalizer dengan mensetting mode eq sesuai keinginan bassis, disini BTSB ingin mendapat suara high yang sedikit tajam namun dengan balutan low yang cadas, sementara untuk mendapatkan karakter tubenya yang hangat, saya menggunakan preamp SPL Gold Mike Mark2 buatan jerman dan head amp transistor dari GK. Pada recording bass kali ini saya hanya menggunakan 1 input, karena sudah mendapatkan sound mentah yang diinginkan. Kemudian secara teknis proses recording bass di sesi intro hingga reff terakhir, sang bassis memilih pick berukuran 1,5mm untuk mendapatkan high yang tegas dan pada sesi ending song bassis memilih menggunakan pick 0,5mm untuk mendapatkan low yang lebih lepas. prosesnya sendiri kurang dari 1jam. setelah recording bass selesai saya mendouble atau mengcopy track bass menjadi 2 track dengan tujuan, 1track sound mentah asli, dan satunya lagi sedikit terdistorsi efek rtas dari guitar rig, dengan mengkomposisikannya sesuai selera.

Kita lanjutkan dengan recording gitar session yang sudah kami rencanakan dengan membuat track list gitar agar lebih cepat dan pastinya tidak memakan waktu lama dalam prosesnya, proses recordingnya sendiri kami lakukan di Pengerat Studio. alat-alat yang kami gunakan ada Ibanez RG Custom Guitar1 (Ilham) yang menggunakan senar berukuran 012 dari Ernie Ball, Fender Telecaster Custom Guitar2 (Deni) yang menggunakan senar berukuran 011 dari Ernie Ball, Fender M80 Head Amp, Marshall 4x12 Cabinet, Mic Electrovoice RE20, Mic Shure SM57, Mic Heil PR20. Pengerat Studio sendiri menggunakan Presonus sebagai interfacenya dengan karakternya presonus yang basah, berbeda dengan Rockstar Studio yang menggunakan Lynx Aurora 16 dan HD Card dari Avid Pro Tools dengan karakter mid yang tegas dan empuk. Semua input gitar di todong menggunakan microphone yang sudah di sebutkan tadi, dan jumlah total track ada 36Track Gitar yang di rekam menggunakan DAW Nuendo 4.3. Engineer sendiri (saya) berusaha memaksimalkan karakter suara dari Windows 7 sebagai OS yang digunakan Pengerat Studio dengan karakternya yang glossy transparant dan Nuendo yang berkarakter kasar serta head amp Fender M80 dengan karakter transistor yang lebih bright open and fast attack. Berbeda pula pada sesi recording sample snare drum dan bass di Rockstar Studio yang menggunakan OSX Snow Leopard 10.5 yang berkarakter lowmid yang tegas dan DAW Pro Tools yang berkarakter lebih mid. Hampir lupa menyebutkan PreAmp yang dipakai untuk recording gitar, ada : Repert Neve 5016, SPL Gold Mike Mark2, Universal Audio 2-610 yang ketiga preamp tersebut tidak diragukan lagi kemampuan dan legendanya di dunia audio. Recording gitar ini memakan waktu kurang lebih 4jam.

Dilanjutkan beberapa hari kemudian take vocal di Rockstar Studio, dilandasi keinginan mendapatkan sound vocal yang dinamis saya memilih mic Senheiser MD421 & Shure SM57 yang mempunyai kemampuan SPL (Sound Pressure Level) tinggi yang artinya akan tahan dengan scream vocal metal yang tetap mempertahankan range nada, awal nya saya memilih Chandler Limited TG2 sebagai preampnya untuk mendapatkan karakter kasar pada vocal, tapi ternyata hasilnya memang kasar namun kurang tebal pada frequency mid low, sehingga sy mengganti preamp API3124 yang rasanya sesuai harapan, prosesnya sendiri memakan waktu 2jam, lanjut take vocal clean menggunakan mic Neumann U87 dengan preamp SPL Gold Mike Mark II (jangan lupa dipanaskan dahulu, karena preamp tersebut tabung) yang membuat suara vocal Gevin dengan karakter tipis terasa lebih hangat, lebih warm! yeah.. segitu dulu sharing kita guys, next shared follow my twitter : @denisaputra28

Rabu, 12 Oktober 2011

Sejarah Dan Perkembangan Wireless

Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Spesifikasi
Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:

* 802.11a
* 802.11b
* 802.11g
* 802.11n

Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.

Spesifikasi Wi-Fi Spesifikasi Kecepatan Frekuensi
Band Cocok
dengan
802.11b 11 Mb/s ~2.4 GHz b
802.11a 54 Mb/s ~5 GHz a
802.11g 54 Mb/s ~2.4 GHz b, g
802.11n 100 Mb/s ~2.4 GHz b, g, n

Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan izin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.

Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:

* Channel 1 - 2,412 MHz;
* Channel 2 - 2,417 MHz;
* Channel 3 - 2,422 MHz;
* Channel 4 - 2,427 MHz;
* Channel 5 - 2,432 MHz;
* Channel 6 - 2,437 MHz;
* Channel 7 - 2,442 MHz;
* Channel 8 - 2,447 MHz;
* Channel 9 - 2,452 MHz;
* Channel 10 - 2,457 MHz;
* Channel 11 - 2,462 MHz

Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.

Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).

Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.

Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.

Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.

Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.

Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.

Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.

Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002



Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing.

Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe --seperti Kafe Starbucks dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Coffee Bean di Cilandak Town Square-- dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas.

Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi).

Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003).

Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia.

Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi --baik 2,4 GHz maupun 5 GHz-- yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas, 5/2/2004).

Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas.

Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya.

Bila interferensi tersebut berlanjut --karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya-- pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical).

Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat telekomunikasi lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation.

Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat telekomunikasi lainnnya.

Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya.

Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan.


Perkembangan Teknologi Wireless

Wi Max Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luas digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE), seperti standar 802.15 untuk Personal Area Network (PAN), 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi), dan 802.16 untuk jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX).

Pada jaringan selular juga telah dikembangkan teknologi yang dapat mengalirkan data yang overlay dengan jaringan suara seperti GPRS, EDGE, WCDMA, dan HSDPA. Masing-masing evolusi pada umumnya mengarah pada kemampuan menyediakan berbagai layanan baru atau mengarah pada layanan yang mampu menyalurkan voice, video dan data secara bersamaan (triple play). Sehingga strategi pengembangan layanan broadband wireless dibedakan menjadi Mobile Network Operator (MNO) dan Broadband Provider (BP). Perbandingan beberapa karakteristik sistem wireless data berkecepatan tinggi digambarkan oleh First Boston seperti berikut.
Perbandingan Perkembangan Teknologi Wireless WiFi 802.11g WiMAX 802.16-2004* WiMAX 802.16e CDMA2000 1x EV-DO WCDMA/ UMTS
Approximate max reach (dependent on many factors) 100 Meters 8 Km 5 Km * *
Maximum throughput 54 Mbps 75 Mbps (20 MHz band) 30 Mbps (10 MHz band) 3.1 Mbps (EVDO Rev. A) 2 Mbps (10+ Mbps fpr HSDPA)
Typical Frequency bands 2.4 GHz 2-11 GHz 2-6 GHz 1900 MHz 1800,1900,2100 MHz
Application Wireless LAN Fixed Wireless Broadband (eg-DSL alt ernative) Portable Wireless Broadband Mobile Wireless Broadband Mobile Wireless Broadband


-Mode Jaringan WLAN
Wireless Local Area Network sebenarnya hampir sama dengan jaringan LAN,
akan tetapi setiap node pada WLAN menggunakan wireless device untuk berhubungan
dengan jaringan. node pada WLAN menggunakan channel frekuensi yang sama dan
SSID yang menunjukkan identitas dari wireless device.
Tidak seperti jaringan kabel, jaringan wireless memiliki dua mode yang dapat
digunakan : infastruktur dan Ad-Hoc. Konfigurasi infrastruktur adalah komunikasi
antar masing-masing PC melalui sebuah access point pada WLAN atau LAN.
Komunikasi Ad-Hoc adalah komunikasi secara langsung antara masing-masing
komputer dengan menggunakan piranti wireless. Penggunaan kedua mode ini
tergantung dari kebutuhan untuk berbagi data atau kebutuhan yang lain dengan jaringan
berkabel.
A. Mode Ad-Hoc
Ad-Hoc merupakan mode jaringan WLAN yang sangat sederhana, karena pada ad-hoc
ini tidak memerlukan access point untuk host dapat saling berinteraksi. Setiap host
cukup memiliki transmitter dan reciever wireless untuk berkomunikasi secara langsung
satu sama lain seperti tampak pada gambar 1. Kekurangan dari mode ini adalah
komputer tidak bisa berkomunikasi dengan komputer pada jaringan yang menggunakan
kabel. Selain itu, daerah jangkauan pada mode ini terbatas pada jarak antara kedua
komputer tersebut.
B. Mode Infrastruktur
Jika komputer pada jaringan wireless ingin mengakses jaringan kabel atau
berbagi printer misalnya, maka jaringan wireless tersebut harus menggunakan
mode infrastruktur (gambar 2).
Pada mode infrastruktur access point berfungsi untuk melayani komunikasi
utama pada jaringan wireless. Access point mentransmisikan data pada PC dengan
jangkauan tertentu pada suatu daerah. Penambahan dan pengaturan letak access
point dapat memperluas jangkauan dari WLAN.