Tampilkan postingan dengan label AUDIO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AUDIO. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2013

Sejarah Alat Rekam

Sejarah alat rekam di mulai tahun 1859 yang dibuat oleh seorang berkebangsaan prancis bernama Edouard Leon Scott de Martinville alat rekam tersebut dinamai Phonautograph, kemudian tahun 1877 Thomas Alfa Edison menciptakan alat rekam modern yang dinamai Gramofon dengan kemampuan yang lebih baik yaitu 78 rpm.

Rabu, 11 April 2012

BTSB - Perfect Enemy, Rec Process (ENG)

On this post our try to share shortly about the process of making song from my metal band its called Before the Story Begin or usually we called BTSB, in our first single Perfect Enemy we've lost our drummer because he had many things to do outside of BTSB project. There for we design to draw midi drum using plugin from Addictive Drum Metal Series with relyon Drumagog5 plugin of replacing so we are helped analog taouching for drum snare, for sample sound of snare drum it self was taken from Rockstar Studio using Tama Starclassic Series with added by membran from evans (i forget the series) and using dumper i made from lakban. for the capturing sound i using Heil PR20 microphone at up snare or top snare and Shure SM57 at bottom snare, sample was taken using DAW Pro Tools 8 HD and also Replacing Drawing using DAW Nuendo4.

After drum process done, we try to the next step is recording bass session at Rockstar Studio, on this bass record Bassist from BTSB (Doyok) Using Ibanez 5String with supported pickup and than route to Boss EQ with mode setting as he want. Here we want to get a high sound and little sharp but with a low packing rock, while to get her warm tube character, i used SPL Gold Mike Mark2 preamp made by Germany, and amp head transistor of GK. At this time bass recording i only use one input, because it has a raw sound is desired. Then technically the session recording bass in the intro to the last chorus, bassist chose a pick with size 1.5 mm to get high is firm and the ending song session bassist chosen to use 0.5 mm pick to get a low which is more loose. process itself is less than 1 hour. after i finished recording bass i make bass track into 2 tracks with the aim of 1track original raw sound, and the other a slightly distorted of guitar rig effects of RTAS, to compose his or he taste.

We continue with the recording session guitar who has been our plan to create a guitar track list for faster and certainly didn't take long for the process, recording process itself we do in Pengerat Studio. the tools we use have an Ibanez RG Custom Guitar1 (Ilham) that uses strings from Ernie Ball sized 012, Fender Telecaster Custom Guitar2 (Deni) that uses strings from Ernie Ball sized 011, M80 Fender Amp Head, Marshall 4x12 Cabinet, Electrovoice RE20 Mic, Shure SM57 Mic, and Heil PR20 Mic. Pengerat Studio itself uses as PRESONUS interface with the character PRESONUS wet, unlike Rockstar Studio using Lynx Aurora 16 and HD Card from Avid Pro Tools with an assertive character and soft mid. All the guitar input on the hold-up man using a microphone that has been mentioned, and the total amount of there 36Track guitar track that was recorded using a DAW Nuendo 4.3. Engineer myself (I am) trying to maximize the sound character of Windows 7 as an OS that is used Pengerat Studio with a glossy transparent character and the character Nuendo rough and Fender amp head with the character of the transistor M80 is more open bright and fast attack. Different recording sessions snare drum and bass samples in Rockstar Studio that uses OSX 10.5 Snow Leopard is characterized by a strong lowmid DAW Pro Tools and more mid character. Almost forgot to mention a preamp that is used for recording guitar, there are : Repert Neve 5016, SPL Gold Mike Mark2, Universal Audio 2-610 preamp is the third one does not doubt the ability and legend in the audio world. Recording guitar takes approximately 4 hours.









 Followed several days later vocal take on Rockstar Studio, based on the desire to have a dynamic vocal sound I chose Senheiser MD421 mic Shure SM57 and who have the ability SPL (Sound Pressure Level) high which means it will stand the scream metal vocal range that maintains the tone, i chose to start his Chandler Limited TG2 as preamp to get a rough character on vocals, but it was rough but the results are less thick at mid-low frequency, so i replaced the preamp API3124 that tastes as expected, the process itself takes 2 hours, using a clean-up take vocal mic with a Neumann U87 SPL Gold Mike Mark II preamp (do not forget the heated first, because the preamp tube) which makes the vocal sound Gevin with thin characters feel warmer, more warm! yeah.. much for sharing you guys first, next shared follow my twitter : @denisaputra28

Senin, 26 Maret 2012

Before the Story Begin - Perfect Enemy (Recording Proses)









Pada postingan kali ini saya akan sharing singkat tentang proses penggarapan lagu dari band metal saya  yaitu Before the Story Begin atau biasa kami singkat dengan BTSB, pada single pertama ini (Perfect Enemy) Kami kehilangan drumer dikarenakan kesibukannya yang meningkat pada project-project di luar BTSB karena itu kami memutuskan untuk menggambar drum midi menggunakan plugin dari Addictive Drum Metal Series, dengan mengandalkan Drumagog5 sebagai plugin pembantu replacing sehingga kami terbantu untuk memberikan sentuhan analog pada snare drum. untuk sample sound snare drum sendiri di ambil di Rockstar Studio menggunakan Tama Superstar Series dengan dilapisi oleh membran dari Evans serta menggunakan dumper yang saya buat dari lakhban, pada capturing sound menggunakan microphone Heil PR20 pada up snare atau top snare dan Shure SM57 pada bottom snare, penggambilan sample menggunakan DAW Pro Tools 8 HD, dan replacing serta drawing menggunakan DAW Nuendo 4.

 Setelah proses pengerjaan drum selesai, kami melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu recording bass session di Rockstar Studio. Recording bass kali ini bassis dari BTSB (Doyok) menggunakan Ibanez 5 String dengan pickup bawaan yang kemudian di routing menuju Boss Equalizer dengan mensetting mode eq sesuai keinginan bassis, disini BTSB ingin mendapat suara high yang sedikit tajam namun dengan balutan low yang cadas, sementara untuk mendapatkan karakter tubenya yang hangat, saya menggunakan preamp SPL Gold Mike Mark2 buatan jerman dan head amp transistor dari GK. Pada recording bass kali ini saya hanya menggunakan 1 input, karena sudah mendapatkan sound mentah yang diinginkan. Kemudian secara teknis proses recording bass di sesi intro hingga reff terakhir, sang bassis memilih pick berukuran 1,5mm untuk mendapatkan high yang tegas dan pada sesi ending song bassis memilih menggunakan pick 0,5mm untuk mendapatkan low yang lebih lepas. prosesnya sendiri kurang dari 1jam. setelah recording bass selesai saya mendouble atau mengcopy track bass menjadi 2 track dengan tujuan, 1track sound mentah asli, dan satunya lagi sedikit terdistorsi efek rtas dari guitar rig, dengan mengkomposisikannya sesuai selera.

Kita lanjutkan dengan recording gitar session yang sudah kami rencanakan dengan membuat track list gitar agar lebih cepat dan pastinya tidak memakan waktu lama dalam prosesnya, proses recordingnya sendiri kami lakukan di Pengerat Studio. alat-alat yang kami gunakan ada Ibanez RG Custom Guitar1 (Ilham) yang menggunakan senar berukuran 012 dari Ernie Ball, Fender Telecaster Custom Guitar2 (Deni) yang menggunakan senar berukuran 011 dari Ernie Ball, Fender M80 Head Amp, Marshall 4x12 Cabinet, Mic Electrovoice RE20, Mic Shure SM57, Mic Heil PR20. Pengerat Studio sendiri menggunakan Presonus sebagai interfacenya dengan karakternya presonus yang basah, berbeda dengan Rockstar Studio yang menggunakan Lynx Aurora 16 dan HD Card dari Avid Pro Tools dengan karakter mid yang tegas dan empuk. Semua input gitar di todong menggunakan microphone yang sudah di sebutkan tadi, dan jumlah total track ada 36Track Gitar yang di rekam menggunakan DAW Nuendo 4.3. Engineer sendiri (saya) berusaha memaksimalkan karakter suara dari Windows 7 sebagai OS yang digunakan Pengerat Studio dengan karakternya yang glossy transparant dan Nuendo yang berkarakter kasar serta head amp Fender M80 dengan karakter transistor yang lebih bright open and fast attack. Berbeda pula pada sesi recording sample snare drum dan bass di Rockstar Studio yang menggunakan OSX Snow Leopard 10.5 yang berkarakter lowmid yang tegas dan DAW Pro Tools yang berkarakter lebih mid. Hampir lupa menyebutkan PreAmp yang dipakai untuk recording gitar, ada : Repert Neve 5016, SPL Gold Mike Mark2, Universal Audio 2-610 yang ketiga preamp tersebut tidak diragukan lagi kemampuan dan legendanya di dunia audio. Recording gitar ini memakan waktu kurang lebih 4jam.

Dilanjutkan beberapa hari kemudian take vocal di Rockstar Studio, dilandasi keinginan mendapatkan sound vocal yang dinamis saya memilih mic Senheiser MD421 & Shure SM57 yang mempunyai kemampuan SPL (Sound Pressure Level) tinggi yang artinya akan tahan dengan scream vocal metal yang tetap mempertahankan range nada, awal nya saya memilih Chandler Limited TG2 sebagai preampnya untuk mendapatkan karakter kasar pada vocal, tapi ternyata hasilnya memang kasar namun kurang tebal pada frequency mid low, sehingga sy mengganti preamp API3124 yang rasanya sesuai harapan, prosesnya sendiri memakan waktu 2jam, lanjut take vocal clean menggunakan mic Neumann U87 dengan preamp SPL Gold Mike Mark II (jangan lupa dipanaskan dahulu, karena preamp tersebut tabung) yang membuat suara vocal Gevin dengan karakter tipis terasa lebih hangat, lebih warm! yeah.. segitu dulu sharing kita guys, next shared follow my twitter : @denisaputra28

Sabtu, 24 April 2010

Teknik Merekam Gitar.

yg sdh tau alhmdllh... cmn bagi2 sja bos...
untuk elektrik : 2track untuk dapet high freq sm low freq, hati2 tabrakan, ushkn selalu mengikuti metronome.. untuk sound clean yg type permainan /string baikx memakai pick-up single coil, apalagi untuk lagu pop, dan menggunakan min 2track biar lebih keluar soundx.. hehe... :)
untuk accoustic : memakai 2 cara yaitu todong dan direct.. directx di kcilin aj suarax untk permainan genjreng gtu... lubangx di tutup pake kertas atw apa gtu... trus todongx pake mic yg sebaik mungkin... volumex agk lebih tinggi dr directx td... dan bermainlah senyaman mungkin... todong micx di ujung nek gtr di sktr fret 21-23.
biar sound kayu acc.x bisa ketemu... seep...

NB : hindari menggunakan kabel jack murahan.. noise parah.. :)...
dan yg plg pntng setiap org pnya carax sendiri untuk menghasilkan karya seni...

Rabu, 06 Januari 2010

Mixing Secara Mudah

semua bilang mixing emang perlu pengalaman. Itu memang benar, tapi ada rahasia juga lho.

yaitu para pro harus memperhatikan hasil tracking mereka... itu dasar y!! jadi mulailah mixing dengan bahan yg berkwalitas baik.

Faktor yang membantu untuk mendapatkan hasil tracking yang bagus :

1. Niat nya. hehehe itu kan jelas banget. Iya tapi ini yang paling penting. Kalau sound engineer nya malas dan ngga niat, dijamin hasilnya ngga akan bagus.
2. Skill player nya. Misalnya alat nya sama, tapi skill player nya beda maka sound nya juga beda banget. Player jago + instrument pasti sound nya bagus. Tinggal ambil microphone aja terus rekam dehh.
3. Pemilihan microphone, dan microphone placement. Ini ngaruh banget. Tiap mic punya karakter yang beda. Biasanya SE pro punya beberapa pilihan microphone untuk aplikasi tertentu. Terus jarak dari microphone ke sound source juga pengaruh ke sound ( proximity effect ).
4. Kualitas kabel. Jangan sekali-sekali pakai kabel palsu. Paling ngga, pakai deh kabel yang harga nya diatas 10 ribu semeter.
5. Kualitas pre amp dan converter nya. Dulu pre amp dan converter harus beli terpisah. Masalahnya dahulu converter cuma bisa menerima line level signal. Tapi jaman sekarang banyak converter yang sudah menyertakan pre amp sehingga microphone bisa dicolok langsung. Juga instrument seperti gitar, bass, dsb. Walaupun demikian, tidak semua merek kualitas nya bagus. Banyak bertanya teman, baca internet, dan main ke studio teman untuk mendengar kualitas dari masing2 pre amp dan converter sebelum menentukan pilihan.

Nah, kalau point2 diatas sudah dilengkapi sekarang rekan2 semua sudah punya bahan siap mixing yang berkualitas. Untuk mulai mixing bisa baca artikel saya "step by step mixing".

Step 1.
Mulai mixing sebagus-bagus nya hanya menggunakan level dan panning.
Step 2.
Terus pasang dehh reverb. Supaya hemat CPU pasanglah reverb di aux send / FX channel. Jangan lupa mix nya di set ke 100% / wet. Untuk aman nya Reverb Time / sustain / decay atur antara 1.5 s/d 2.5 seconds. Diatas 3 seconds kayaknya terlalu panjang. Karakteristik nya ambil mid atau agak high aja. Kalau reverb standard cubase, pasang aja low damping standard, terus high damping -3 dB.
Step 3.
Sesudah itu mulai deh cari instrument yang dinamika nya terlalu lebar. Artinya terkadang terdengar, terkadang tertutup musik. Bisa juga terkadang volume nya pas, terkadang terlalu keras. Begitu ketemu, langsung deh pasang compressor di "insert" nya instrument tersebut.
Saat penggunaan compressor, yang harus diperhatikan adalah lampu "Gain Reduction". "GR" yaitu berapa dB signal yang telah dipotong compressor. Kalau lampu "GR" sudah menyala artinya compressor bekerja. Attack Time boleh taruh 20 ms, Release Time 80 ms.
Step 4.
Ada instrument yang bertabrakan freq nya? Atau sound nya ngga cocok di hati? Saat nya gunakan EQ. Pertama kali perhatikan sound asli nya, lalu cari masalah nya ada dimana. Lebih baik meng-cut daripada boost.
A. Misalnya sound nya menggulung / kebanyakan low, pasanglah low shelf EQ.
Coba pasang di Frequency 150 dan Gain : -6 dB. Lalu pelan2 ubah nilai f nya sampai ketemu frequency yang dimaksud. Setelah itu baru ubah G nya untuk menentukan berapa dB yang akan dipotong.
B. Misalnya sound nya terlalu bright / nyerang di kuping, pasanglah high shelf EQ.
Prinsip nya sama spt di atas, coba di Frequency sekitar 8 kHz keatas.
C. Untuk Mid frequency, boleh pakai Bell EQ. Parameter nya ada 3 yaitu f untuk frequency nya, g untuk gain nya, dan Q untuk bandwith nya.

segitu dulu tar kita lanjut lagi ke tahap berikutnya yg lebih spesifik.