semua bilang mixing emang perlu pengalaman. Itu memang benar, tapi ada rahasia juga lho.
yaitu para pro harus memperhatikan hasil tracking mereka... itu dasar y!! jadi mulailah mixing dengan bahan yg berkwalitas baik.
Faktor yang membantu untuk mendapatkan hasil tracking yang bagus :
1. Niat nya. hehehe itu kan jelas banget. Iya tapi ini yang paling penting. Kalau sound engineer nya malas dan ngga niat, dijamin hasilnya ngga akan bagus.
2. Skill player nya. Misalnya alat nya sama, tapi skill player nya beda maka sound nya juga beda banget. Player jago + instrument pasti sound nya bagus. Tinggal ambil microphone aja terus rekam dehh.
3. Pemilihan microphone, dan microphone placement. Ini ngaruh banget. Tiap mic punya karakter yang beda. Biasanya SE pro punya beberapa pilihan microphone untuk aplikasi tertentu. Terus jarak dari microphone ke sound source juga pengaruh ke sound ( proximity effect ).
4. Kualitas kabel. Jangan sekali-sekali pakai kabel palsu. Paling ngga, pakai deh kabel yang harga nya diatas 10 ribu semeter.
5. Kualitas pre amp dan converter nya. Dulu pre amp dan converter harus beli terpisah. Masalahnya dahulu converter cuma bisa menerima line level signal. Tapi jaman sekarang banyak converter yang sudah menyertakan pre amp sehingga microphone bisa dicolok langsung. Juga instrument seperti gitar, bass, dsb. Walaupun demikian, tidak semua merek kualitas nya bagus. Banyak bertanya teman, baca internet, dan main ke studio teman untuk mendengar kualitas dari masing2 pre amp dan converter sebelum menentukan pilihan.
Nah, kalau point2 diatas sudah dilengkapi sekarang rekan2 semua sudah punya bahan siap mixing yang berkualitas. Untuk mulai mixing bisa baca artikel saya "step by step mixing".
Step 1.
Mulai mixing sebagus-bagus nya hanya menggunakan level dan panning.
Step 2.
Terus pasang dehh reverb. Supaya hemat CPU pasanglah reverb di aux send / FX channel. Jangan lupa mix nya di set ke 100% / wet. Untuk aman nya Reverb Time / sustain / decay atur antara 1.5 s/d 2.5 seconds. Diatas 3 seconds kayaknya terlalu panjang. Karakteristik nya ambil mid atau agak high aja. Kalau reverb standard cubase, pasang aja low damping standard, terus high damping -3 dB.
Step 3.
Sesudah itu mulai deh cari instrument yang dinamika nya terlalu lebar. Artinya terkadang terdengar, terkadang tertutup musik. Bisa juga terkadang volume nya pas, terkadang terlalu keras. Begitu ketemu, langsung deh pasang compressor di "insert" nya instrument tersebut.
Saat penggunaan compressor, yang harus diperhatikan adalah lampu "Gain Reduction". "GR" yaitu berapa dB signal yang telah dipotong compressor. Kalau lampu "GR" sudah menyala artinya compressor bekerja. Attack Time boleh taruh 20 ms, Release Time 80 ms.
Step 4.
Ada instrument yang bertabrakan freq nya? Atau sound nya ngga cocok di hati? Saat nya gunakan EQ. Pertama kali perhatikan sound asli nya, lalu cari masalah nya ada dimana. Lebih baik meng-cut daripada boost.
A. Misalnya sound nya menggulung / kebanyakan low, pasanglah low shelf EQ.
Coba pasang di Frequency 150 dan Gain : -6 dB. Lalu pelan2 ubah nilai f nya sampai ketemu frequency yang dimaksud. Setelah itu baru ubah G nya untuk menentukan berapa dB yang akan dipotong.
B. Misalnya sound nya terlalu bright / nyerang di kuping, pasanglah high shelf EQ.
Prinsip nya sama spt di atas, coba di Frequency sekitar 8 kHz keatas.
C. Untuk Mid frequency, boleh pakai Bell EQ. Parameter nya ada 3 yaitu f untuk frequency nya, g untuk gain nya, dan Q untuk bandwith nya.
segitu dulu tar kita lanjut lagi ke tahap berikutnya yg lebih spesifik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar